Video Bagi-bagi Amplop Di DPR (Di Duga Bagi-bagi Uang)

Video ini sendiri pernah ditayangkan di salah satu televisi swasta. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa anggota DPR saat Sidang Paripurna menerima amplop yang dibagi-bagikan oleh anggota DPR juga.

Dari rekaman gambar itu, terlihat ada dua orang yang membawa amplop tebal dan membagi-bagikan pada anggota. Dua wanita, pertama mengenakan busana putih-kebiruan sedang menenteng amplop tebal di tengah ruang sidang paripurna.

Wanita kedua terlihat memakai blus merah muda, terlihat memberi amplop tebal ke jajaran kursi yang ditempati Fraksi Demokrat. Hingga kini, belum diketahui secara pasti isi amplop tersebut apakah benar berisi uang atau barang lain.

Namun kuat dugaan, isi dalam amplop tersebut adalah uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Dalam rekaman berita itu, anggota Fraksi Demokrat Soetan Bhatoegana membantah ada politik uang dalam rapat paripurna.

"Tidak ada itu. Itu fitnah, tidak ada sama sekali. Darimana datangnya itu," ujar Sutan, seperti dikutip dalam rekaman video yang pernah ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta tersebut.
Read More

(HOT) 6 Hobby Unik anggota DPR RI Yang Terhormat [PIC]

Tidur, hobby atau kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anggota DPR dari jaman Orde Baru sampe sekarang juga...

Tidur, hobby atau kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anggota DPR dari jaman Orde Baru sampe sekarang juga...Teriak-teriak kalo ngomong, kalo ngomong kok harus pake urat sihh kan dah ada mic, udah keras juga gak usah kayak rocker gitu, kalo mau teriak di panggung aja nyanyi lagu metal...


Nitip absen, halah2 kebiasaan ane di kampus dulu ternyata anggota DPR yang terhormat (katanya) juga sama, gak malu yah makan gaji buta....


BBan gan, bukannya derin n nanggepin sidang malah BBan gtw BBan ma sesama anggota DPR atau malah ngaskus or FBan...

Bikin rusuhh, ini nih yang paling aktual n baru aja kejadian kemaren, pada ribut, gak terkendali, dorong2an, pokoknya bener kata almarhum Gus Dur kalo DPR tuh kayak taman kanak kanak gan...

Lagi bersih-bersih...

Bonus
Maen cewek..banyak uang..
Read More

Inilah Wanita-Wanita Tercantik di Italia [UPDATE!]

Nominasi wanita-wanita cantik di Italia, tidak hanya dilihat dari penampilannya saja, namun juga dari kepribadiannya, bakatnya, dan tentu prestasinya.

Giada Pamela De Laurentiis
Giada Pamela De Laurentiis adalah seorang koki keturunan Italian American, penulis, television personality, dan seorang pembawa acara program televisi Food Network programs Everyday Italian, Behind the Bash, Giada’s Weekend Getaways, Giada in Paradise, dan Giada at Home. Terkadang dia juga tampil sebagai salah satu kontributor dan pembawa acara tamu dari program NBC’s Today. De Laurentiis juga adalah seorang pemilik bisnis catering bernama GDL Foods.
Program kulinernya berjudul Everyday Italian, sudah ditayangkan oleh stasiun Food Network sejak tahun 2003. Pada Chefographynya (Sebuah program biografi dari Food Network), dia mengakui bahwa sebenernya dia tidak ingin tampil di bisnis pertunjukkan. Pada awalnya ketika dia menjadi host di program Everyday Italian, dia merasa tidak nyaman, namun seiring berjalannya waktu, dia menjadi lebih relax dan bisa mengatasi ketidaknyamanannya. Pada kali pertama programnya diputar, stasiun Food Network mendapatkan email yang menuduh bahwa mereka telah menyewa model atau aktris untuk berpura-pura menjadi koki.

Elisabetta Canalis

Elisabetta Canalis adalah seorang model dan aktris Italia. Wajahnya sudah sangat familiar di dunia pertelevisian Italia, terlebih Canalis pernah memiliki peran di dalam film Deuce Bigalow: European Gigolo and Virgin Territory. Dia juga menjadi 'velina' dalam sebua acara televisi terkenal, Striscia la notizia. Pada tahun 2007, dia menjadi host The Annual Music Festival, Festivalbar.

Sara Varone

Dilahirkan di hehimpitan Roma, Italia, dan tinggal dengan anak-anak kucing liar. Namun justru karena salah satu kucing Varone tersebut sehingga membuatnya menjadi bintang di dunia televisi Italia. Setelah mendapatkan gelar sarjana Psikologi, wanita pintar ini menjadi bosan dengan pertanyaan terus menerus mengapa, sehingga ia mencoba untuk memasuki dunia modeling dan mendapatkan peran pertamanya pada sebuah game show bertajuk Uomini e Donne, yang di bawakan oleh Maria de Filippi.

Francesca Lodo

Francesca Lodo dilahirkan pada hari Minggu, 1 Agustus 1982 dan saat ini menjadi seorang model terkenal. Francesca menjalin hubungan dengan Cristiano Zanetti dan juga pernah menjalin hubungan mesra dengan Alessandro Di Pasquale.
Monica Bellucci

Monica Bellucci adalah seorang aktris Italia dan seorang model fashion. Pada tahun 1988, Belucci pindah ke sebuah pusat mode Eropa, Milan, dimana ia bergabung dengan Elite Model Management. Pada tahun 1989, ia menjadi model terkenal di dunia fashion Paris dan hingga ke seberang Atlantic, yaitu New York City. Dia berpose untuk Dolce & Gabbana dan French ELLE, serta masih banyak lainnya. Pada tahun tersebut pula, Bellucci membuat terobosan dengan berakting dan mulai mengikuti kelas akting.

Pada bulan Februari tahun 2001, Esquire Magazine menampilkan Bellucci pada cover majalahnya dan di dalam artikel mengenai five sense. Pada tahun 2003, ia tampil di majalah Maxim. Pada tahun 2004, dia menduduki peringkat atas pada polling AskMen's 100 Most Beautiful Women in the World. Karir modelling Bellucci di manage oleh Elite+ di NYC. Ia juga dinobatkan sebagai Italian Sex Symbol. Saat ini ia berperan sebagai duta dari Dior Cosmetics. Bellucci juga bergabung dengan Storm Model Management di London.
Read More

(Pict) Inilah 10 Politisi Cantik dan Seksi

Inilah 10 politisi cantik dan seksi:
1. Luciana Leon

Peringat 1 diduduki seorang dara cantik dari Peru, Luciana Leon. Ia menjadi anggota Kongres perempuan (congresswoman) mewakili Partai Aprista Peru untuk masa jabatan 2006-2011.

2.Mercedes Araoz

Mercedes Araoz atau nama lengkapnya Mercedes Rosalba Araoz Fernandez, lahir di Lima Peru pada 5 Agustus 1961. Ia seorang ekonom, guru besar sekaligus politikus perempuan ternama Peru. Lulusan Universitas Pasific Lima Peru dan Univeristas Miami USA ini, sejak 28 Juli 2006 menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Pariwisata dan anggota Dewan Menteri Peru di bawah Presiden Alan Garcia.

3.Mara Cargafna

Mara Cargafna (34) pada peringkat ketiga. Ia Menteri Urusan Persamaan Hak Italia. Terkenal sebagai mantan model dan penari latar.

4. Yuri Fujikawa

Yuri Fujikawa merupakan seorang anggota parlemen daerah dari kota Hachinohe. Bila dilihat dari paras wajahnya, kecantikan perempuan Asia yang satu ini memang layak duduk di Peringkat Ketiga.

5. Sara Luiz Chavez

Sementara itu, Peringkat Kelima dipegang anggota Kongres Mexico (congresswoman) Sara Luiz Chavez.

6. Anna-Maria Galojan

Dari Kawasan Eropa Timur, tepatnya Estonia, menduduki Peringkat Keenam yaitu Anna-Maria Galojan. Anggota parlemen Estonia ini lahir 23 Februari 1982. Galojan fasih berbahasa Estonia, Rusia, Inggris dan Armenia. Minatnya di bidang sejarah seni, film dan hewan peliharaan. Tak mengherankan, lantaran ia pernah berdinas di Departemen Luar Negeri Estonia pada 2002. Selanjutnya pada 2003-2007, ia berdinas di Institut Kebijakan Luar negeri Estonia. Profil menawan Anna-Maria Galojan lainnya bisa klik Disini.

7. Toireasa Ferris

Toireasa Ferris dari Irlandia berada di Peringkat Ketujuh. Lahir pada 1980, sebagai politisi, ia kurang begitu dikenal. Ferris menjadi politisi mewakili Sinn Fein di Cathaoirleac antara tahun 2005-2006. Pada 2008 lalu ia mengadu nasib untuk menjadi anggota Parlemen Eropa, namun tidak terpilih.

8. Yulia Tymoshenko

Yulia Volodymyrivna Tymoshenko berada di Peringkat Kedelapan. Perempuan berusia 49 tahun ini adalah Perdana Menteri Ukrania. Madame Tymoshenko ini berparas rupawan, sebagaimana kebanyakan perempuan dari negara-negara eks Uni Soviet.

9. Alina Kabaeva

Alina Kabaeva nangkring di Peringkat Kesembilan. Politisi berumur 25 tahun ini merupakan anggota Duma (Parleman Rusia) sejak tahun 2007. Mantan atlet senam ini namanya mencuat tatkala ia digosipkan memiliki hubungan serius dengan mantan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

10. Eunice Olsen

Mantan Miss Singapura Tahun 2000, Eunice Olsen berada di urutan ini. Lahir pada 24 Oktober 1977, ia adalah anggota parlemen termuda di usia 27 tahun semenjak terpilih pada November 2004. Sebelumnya, perempuan berdarah Eropa-Asia (Eurosian) ini pernah menjadi pemandu acara Wheel of Fortune di MediaCorps TV Channel 5. Ia harus puas di Peringkat Kesepuluh.
Read More

Kronologi Lengkap: Dari Anggoro, Bibit-Chandra lalu ke Susno

“MS Kaban tadi hanya dikatakan selintas, banyak cabang-cabangnya ini dalam pemeriksaan Antasari. Jadi amat complicated dan sangat ruwet. Mungkin setelah gelar perkara lebih jelas,” tandas Adnan Buyung Nasution, usai pertemuan antara Tim Delapan dan Kapolri, Rabu (4/11) kemarin.

Setelah melahap semua berita terkait kasus ini, mulai dari dijadikannya Anggoro sebagai tersangka, pembentukan Tim Lima oleh presiden, munculnya pernyataan Cicak Lawan Buaya sampai penahanan Bibit-Chandra, saya belum ngeh betul, sebenarnya dongeng ini jalan ceritanya gimana sih?

Setidaknya ada tiga akar cerita di sini, ya kemudian memuncak Selasa (3/11) saat semua orang di negeri ini begitu antusias mendengar rekaman percakapan antara Anggodo dan para penegak hukum. Ketiga akar itu adalah:

1. Kasus suap proyek pengadaan alat sistem komunikasi radio terpadu di Departemen Kehutanan.
2. Kasus pembunuhan Nasrudin yang melibatkan Antasari Azhar sebagai terdakwa.
3. Kasus perampokan bank Century oleh pemiliknya sendiri yang berujung pada pemberian dana talangan (bail-out) sebesar Rp. 6,7 triliun oleh pemerintah.

Makanya, daripada bingung berkepanjangan atau ngomong gak karuan faktanya, kemarin saya memfokuskan diri merangkai kronologi kasus yang rumit dan membingungkan ini. Bukan hanya karena banyaknya akar kasus, tapi juga karena banyaknya kontradiksi antara satu pelaku dengan pelaku lain, sehingga tidak mudah menebak identitas pembohong dan pembual.

Berikut kronologi yang diambil dari banyak sumber di media cetak dan online.
16 Juli 2008: Yusuf Erwin Faisal, mantan ketua Komisi IV DPR, ditahan KPK karena diduga menerima uang suap alih fungsi lahan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
29 Juli 2008: KPK menggeledah ruang kerja Yusuf di gedung PT Masaro Radiokom di Jalan Talang Betutu 11-A, Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan dus dokumen disita.
30 Juli 2008: Setelah penggeledahan tersebut, KPK menemukan kasus baru, yakni dugaan korupsi pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Yusuf dan Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo.
15 Agustus 2008: KPK menggeledah kantor Departemen Kehutanan, termasuk ruang Setjen Dephut.
13 Oktober 2008: Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, setelah diperiksa oleh KPK, mengatakan proyek SKRT senilai Rp 730 miliar dengan Motorola harus dinegosiasikan ulang.
14 Oktober 2008: Anggota Komisi Kehutanan DPR Tamsil Linrung, menyerahkan dokumen ke KPK berisi dugaan korupsi kasus SKRT pada 2007 senilai Rp 180 miliar dan laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2007 tentang pembelian alat komunikasi fiktif Rp 13 miliar.
20 Oktober 2008: Menteri Kehutanan M.S. Kaban diperiksa KPK terkait dengan kasus suap yang melibatkan anggota Komisi Kehutanan DPR Periode 1999-2004.
7 April 2009: Kabareskrim Polri Susno Duadji mengirim surat ke Direksi Bank Century tentang hasil klarifikasi uang milik PT Lancar Sampoerna Bestari (perusahaan milik Boedi Sampoerna) di bank tersebut.
4 Mei 2009: Antasari Azhar ditahan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
16 Mei 2009: Antasari membuat testimoni tentang penerimaan uang sebesar Rp 6,7 miliar oleh sejumlah pimpinan KPK dari balik penjara. Dia juga mengaku pernah menemui Anggoro di Singapura.
24 Juni 2009: Anggoro ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan pengadaan alat SKRT. Dia diduga menyuap Yusuf senilai 60.000 dollar Singapura dan Rp 75 juta untuk mendapatkan proyek pengadaaan alat SKRT tahun 2006-2007 di Departemen Kehutanan sebesar Rp 180 miliar.
30 Juni 2009: Susno merasa teleponnya disadap terkait dengan kasus penggelapan dana bank Century yang ditangani Mabes Polri. Saat itulah meluncur pakem Cicak Lawan Buaya. “Masak cicak kok berani lawan buaya,” katanya merespon adanya penyadapan tersebut.
2 Juli 2009: Bibit Samad Rianto memastikan KPK hanya menyadap pihak yang terindikasi korupsi.
6 Juli 2009: Antasari secara resmi melaporkan dugaan suap terhadap pimpinan KPK terkait kasus yang melibatkan PT Masaro ke Polda Metro Jaya.
9 Juli 2009: KPK memasukkan Anggoro ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan mengumumkannya ke seluruh jajaran kepolisian dan kejaksaan di Indonesia. Anggoro masih berada di Singapura
10 Juli 2009: Susno Duadji, Kabareskrim Mabes Polri, menemui Anggoro di Singapura untuk mengklarifikasi kebenaran laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar terkait dugaan pemerasan/penyuapan yang dilakukan Chandra dan Bibit.
15 Juli 2009: Anggodo Widjojo (adik Anggoro) dan Ary Mulyadi membuat pengakuan dirinya menyerahkan uang suap sebesar Rp. 5,1 miliar ke pimpinan KPK Bibit dan Chandra.
21 Juli 2009: KPK temukan surat pencabutan pencekalan palsu terhadap Anggoro.
4 Agustus 2009: Testimoni Antasari beredar di media massa.
6 Agustus 2009: Tiga pimpinan KPK dengan tegas menolak testimoni Antasari.
7 Agustus 2009: Polisi memperoleh fakta adanya tindak pidana penyalahgunaan wewenang oleh Bibit dan Chandra terkait pencekalan dan pencabutan cekal yang tidak dilakukan secara kolektif. Chandra cekal Anggoro, Bibit cekal Joko Tjandra, lalu Chandra cabut pencekalan terhadap Joko.
10 Agustus 2009: Anggoro melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Ary Muladi dan Edy Sumarsono kepada Mabes Polri.
11 Agustus 2009: KPK melaporkan adanya surat pencabutan pencekalan palsu ke Polda Metro Jaya.
11 Agustus 2009: Tiga pimpinan KPK (M Jasin, Bibit, Chandra) melaporkan Edy Sumarsono ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Edy menyebut ketiganya telah menerima suap dari Anggoro.
13 Agustus 2009: KPK perpanjang pencekalan terhadap Anggoro dan petinggi PT Masaro lainnya (Putranefo Prayugo dan David Angkawijaya) hingga 22 Agustus 2010.
18 Agustus 2009: Ary Muladi mengaku tidak memberikan uang kepada pimpinan KPK.
19 Agustus 2009: KPK menggeledah kantor PT Masaro terkait dugaan suap yang dilakukan Direktur Utama PT Masaro Anggoro Widjojo terhadap Yusuf. Rumah Anggoro juga digeledah.
19 Agustus 2009: Ary Muladi ditahan oleh Mabes Polri dan menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang milik PT Masaro.
20 Agustus 2009: Ary Mulyadi mencabut pengakuannya dan menyatakan tidak pernah memberikan uang ke pimpinan KPK, tapi menyerahkannya ke pengusaha bernama Anto Yulianto yang mengaku kenal dengan orang KPK. Pengakuan sebelumnya dibuat karena adanya pesanan dengan jaminan dirinya tidak akan ditahan.
3 September 2009: Polri memanggil keempat pimpinan KPK KPK (Chandra M Hamzah, Bibit Samad Rianto, M Jasin dan Haryono Umar) dan empat pejabat lainnya terkait testimoni Antasari. KPK tidak penuhi panggilan Polri.
9 September 2009: Bibit mengaku KPK sedang menyelidiki keterlibatan seorang petinggi Polri berinisial SD dalam kasus bank Century.
11 September 2009: Polisi mulai memeriksa keempat pimpinan KPK terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pencekalan Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra.
15 September 2009: Bibit dan Chandra ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang.
17 September 2009: Presiden SBY menyatakan akan menunjuk Plt Pimpinan KPK yang akan menggantikan tiga pimpinan yang sedang terlibat kasus hukum.
20 September 2009: Mahkamah Konstitusi mendorong Presiden menerbitkan Perppu terkait rencana penggantian tiga pimpinan KPK.
21 September 2009: Presiden mengeluarkan Keppres pemberhentian sementara Bibit dan Chandra. Presiden juga meneken Perppu yang memungkinkan penunjukan langsung Plt Pimpinan KPK.
22 September 2009: Presiden SBY bentuk Tim Lima (Menko Polhukam Widodo AS, Menkum HAM Andi Mattalatta, anggota Dewan Penasihat Presiden Adnan Buyung Nasution, praktisi hukum Todung Mulya Lubis, dan mantan ketua KPK Taufiequrachman Ruki) yang bertugas merekomendasikan tiga nama Plt Pimpinan KPK pengganti Antasari, Bibit dan Chandra.
25 September 2009: Kapolri menyatakan Antasari mengaku menyuruh Ary menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Chandra M Hamzah.
25 September 2009: Kuasa hukum KPK Bambang Widjajanto, mengaku tidak menerima salinan BAP Bibit-Chandra dan curiga ada rekayasa dalam kasus ini.
27 September 2009: Ary melalui pengacaranya menandaskan tidak pernah berhubungan dan menyerahkan uang secara langsung kepada pimpinan KPK, termasuk Chandra.
2 Oktober 2009: Pengacara Bibit melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji ke Presiden SBY dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
3 Oktober 2009: Berkas Bibit dan Chandra diserahkan ke Kejaksaan Agung.
5 Oktober 2009: Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri yang memeriksa Susno mengumumkan tidak ada penyalahgunaan wewenang terkait penanganan kasus Bibit-Chandra. Saat itu, tambahan delik pertemuan Susno-Anggoro di Singapura tidak disertakan dalam pemeriksaan.
5 Oktober 2009: Tim Lima serahkan tiga nama Plt Pimpinan KPK.
6 Oktober 2009: Presiden SBY lantik tiga orang Plt Pimpinan KPK yang bertugas selama enam bulan. Mereka adalah mantan Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, penasihat senior UNDP Mas Achmad Santosa, dan mantan Deputi Pencegahan KPK Waluyo.
9 Oktober 2009: Kejagung mengembalikan berkas Chandra ke Mabes Polri karena belum lengkap.
13 Oktober 2009: Pengacara Bibit-Chandra mendaftarkan permohonan uji materil UU KPK No 20 Tahun 2002. Pasal 32 ayat 1 yang berbunyi ‘Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berhenti atau diberhentikan karena menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana kejahatan’.
14 Oktober 2009: Kejagung mengembalikan berkas Ary Muladi ke Mabes Polri.
16 Oktober 2009: Ary Muladi dibebaskan karena masa tahanannya telah habis.
15 Oktober 2009: Pengacara Bibit-Chandra mengaku punya bukti kuat yang menunjukkan adanya rekayasa kriminalisasi terhadap kliennya.
20 Oktober 2009: Kejagung mengembalikan berkas Bibit dan Chandra ke Mabes Polri karena belum lengkap.
20 Oktober 2009: Polri menjelaskan pertemuan antara Susno dan Anggoro di Singapura tidak melanggar hukum. Pasalnya, status Anggoro di Kepolisian bukanlah tersangka, melainkan hanya sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan/penyuapan yang dilakukan Bibit dan Chandra.
21 Oktober 2009: Bibit mengatakan bukti rekaman percakapan pejabat Polri dan Kejagung ada di tangan Ketua Sementara KPK.
22 Oktober 2009: Kapolri tolak berkomentar soal rekaman percakapan.
23 Oktober 2009: Transkrip rekaman rekayasa kriminalisasi KPK beredar di media massa. Isinya percakapan antara Anggodo (adik Anggoro) dengan mantan Jamintel Wisnu Subroto dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga. Percakapan pada Juli-Agustus 2009 itu disebut-sebut merancang kriminalisasi KPK. Nama petinggi kepolisian dan RI 1 juga disebut.
25 Oktober 2009: Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Wisnu Subroto membantah adanya rekaman pembicaraan antara dirinya dan Anggodo Widjojo. Dan Jaksa Agung Hendarman meminta keberadaan rekaman itu dibuktikan.
26 Oktober 2009: Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengakui rekaman itu benar-benar ada.
28 Oktober 2009: Presiden SBY meminta pencatutan namanya diusut tuntas.
29 Oktober 2009: Dalam putusan selanya, MK menunda pemberhentian pimpinan KPK yang menjadi terdakwa sampai ada putusan akhir MK. Selain itu, MK juga meminta KPK menyerahkan semua dokumen berupa transkrip dan rekaman.
29 Oktober 2009: Bibit dan Chandra ditahan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok. Polisi menilai kedua tersangka melakukan tindakan mempersulit jalannya pemeriksaan dengan menggiring opini publik melalui pernyataan-pernyataan di media serta forum diskusi.
2 November 2009: Presiden SBY bentuk Tim Delapan (Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bbibt dan Chandra) yang diketuai oleh Adnan Buyung Nasution. Anggota tim adalah: mantan anggota Komnas HAM Koesparmono Irsan, staf khusus Presiden bidang hukum Denny Indrayana, mantan Dekan FHUI Hikmahanto Juwana, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Komaruddin Hidayat dan Ketua Departemen Hukum Partai Demokrat Amir Syamsudin.
2 November 2009: Kapolri meminta maaf atas munculnya istilah Cicak dan Buaya yang menurutnya dilontarkan oleh oknum polisi. Kapolri akan mengambil tindakan tegas atas munculnya istilah yang telah menyudutkan institusi kepolisian tersebut. Masyarakat diminta tidak lagi menggunakan istilah Cicak dan Buaya.
3 November 2009: Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman sepanjang 4,5 jam dalam persidangan uji yang berisi percakapan antara Anggodo dengan sejumlah petinggi di Kejaksaan Agung dan Mabes Polri.
3 November 2009: Usai gelar rekaman, sejumlah pihak meminta Kapolri dan Jaksa Agung mengundurkan diri, dan menuntut agar Susno segera dicopot dari jabatan.
3 November 2009: Presiden merasa terganggu dengan maraknya penggunaan istilah cicak versus buaya.
3 November 2009: Penahanan Bibit-Chandra ditangguhkan. Keduanya keluar dari penjara pada dini hari.
3 November 2009: Polri periksa Anggodo Widjojo terkait rekaman pembicaraannya dengan sejumlah petinggi Polri dan Kejagung.
4 November 2009: Tim Delapan bertemu dengan Kapolri di kantor Wantimpres dan merekomendasikan tiga hal, yaitu penangguhan penahanan Bibit dan Chandra, pembebastugasan Susno, dan penahanan Anggodo Widjojo.
4 November 2009: Ary Muladi mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
4 November 2009: Anggodo Widjojo tidak ditahan dan diam-diam meninggalkan Bareskrim Polri pukul 21.25.
5 November 2009: Kabareskrim Polri Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga mengundurkan diri dari jabatan.
5 November 2009: Anggodo Widjojo, didampingi 12 orang pengacara, memenuhi undangan klarifikasi Tim Delapan di kantor Dewan Pertimbangan Presiden.
Sumber : kompasiana
Read More

Ini 15 Program Pilihan SBY untuk 100 Hari

Berikut 15 Program Pilihan SBY seperti dirilis dalam presidenri.go.id:
1. Pemberantasan mafia hukum
"Yang saya sebut dengan mafia berkaitan dengan hukum dalam arti yang luas adalah, mereka-mereka yang melakukan berbagai kegiatan yang merugikan pihak lain misalnya makelar kasus, suap menyuap, pemerasan, jual beli perkara, mengancam saksi, mengancam pihak-pihak lain, pungutan-pungutan yang tidak semestinya dan sebagainya, yang disamping merusak rasa keadilan dan kepastian hukum, juga menimbulkan kerugian material bagi mereka yang menjadi korban dan mendatangkan keuntungan yang tidak halal, yang tidak legal bagi mereka yang menjalankan kegiatan mafia itu," ujar SBY. Kepada seluruh rakyat Indonesia yang merasa menjadi korban mafia hukum, diharapkan dapat melaporkannya melalui PO BOX 9949, Jakarta 10000.

2. Revitalisasi industri pertahanan
"Dalam 100 hari ini harus dibikin masterplan, roadmap untuk merevitalisasi industri-industri pertahanan ini termasuk di dalamnya apa yang akan diproduksi, terutama untuk memenuhi keperluan dalam negeri, bisa juga untuk memenuhi keperluan dari luar negeri utamanya kontrak-kontrak yang sedang berjalan. Kita akan pastikan pula bagaimana segi-segi pembiayaan," ujar SBY.

3. Penanggulangan terorisme
"Penanggulangan terorisme jangan hanya mengedepankan segi-segi penindakan atau operasi militer, operasi intelijen dan operasi - operasi sejenis. Kita juga harus memasuki wilayah yang sangat penting, yaitu pencegahan dan penangkalan tindak pidana terorisme itu," ujar SBY.

4. Kesediaan listrik
"Dalam 100 hari ini akan kita pastikan bahwa lima tahun mendatang kita meningkatkan kapasitas listrik agar bisa mengimbangi keperluan riil industri komersil, rumah tangga, transportasi dan lain-lainnya. Dalam 100 hari ini pula kita akan melakukan pemetaan provinsi demi provinsi berapa kekurangan yang ada," ujar SBY.

5. Peningkatan produksi dan ketahanan pangan
"Dalam 100 hari ini akan dirumuskan kembali rencana induk, termasuk tahapan sampai dengan tahun 2014 untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama untuk mencapai komoditas-komoditas yang belum dicapai 5 tahun pertama misalnya daging sapi, kedelai, gula secara keseluruhan," ujar Presiden.

6. Revitalisasi pabrik pupuk dan gula
"Dikaitkan dengan pertumbuhan pertanina, maka kapasitas pabrik pupuk harus meningkat, produksinya harus meningkat. Dalam 100 hari ini harus sudah jadi cetak biru dan program termasuk peningkatan kapasitas pabrik gula," kata SBY.

7. Penataan tanah dan tata ruang
"Banyak keluhan di daerah-daerah di Indonesia, di mana usaha perekonomian daerah tidak mulus karena tumpang tindih, karena tabrakan penggunaan lahan berikut tata ruangnya. Bukan rahasia lagi, kadang-kadang Undang-undang tidak sinkron antara UU Kehutanan, UU Pertambangan, UU Lingkungan Hidup," ujar SBY.

8. Peningkatan infrastruktur
"Dalam 100 hari pertama ini akan ada cetak biru sekaligus kita pikirkan pendanaannya, sehingga semua bisa dijalankan. Dalam merumuskan ini, pemerintah pusat akan bekerja sama seerat-eratnya dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. Karena banyak sekali infrastruktur yang mesti dijalankan dengna scheme public private partnership," tutur Presiden.

9. Peningkatan pinjaman Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah
"Ini penting karena berkaitan dengan upaya lima tahun mendatang untuk meningkatkan kewirausahaan dengan balai-balai latihan kerja di berbagai daerah. Kalau mereka bisa mencetak tenaga-tenaga trampil di tingkat kabupaten dan kota dan kita aliri dengan kredit usaha rakyat ini maka harapan kita, UKM itu terus bangkit. Dengan demikian penghasilan rumah tangga akan makin baik dan kemiskinan dan pengangguran berkurang," ujarnya.

10. Pendanaan
"Sudah kita hitung APBN - APBD kita, proyeksi tiap tahunnya sampai 2014. Jumlahnya tetap belum memadai, masih harus memobiliasi sumber pembiayaan di luar APBN-APBD. Itu yang akan kita lakukan, baik itu yang akan menanamkan modal dari dalam dan luar negeri. Dengan demikian rencana dan program yang baik bisa dibiayai," kata SBY.

11. Penanggulangan perubahan iklim dan lingkungan
"Harus ada rencana aksi lima tahun mendatang yang 100 hari ini kita pastikan kita miliki adalah kontribusi Indonesia dalam mengelola perubahan iklim dam pemanasan global. Utamanya adalah ktia pastikan dalam memelihara hutan di seluruh Indonesia, terlaksana dengan baik. Terus melanjutkan bahkan intensifkan upaya pemberantasan pembalakan liar, upaya cegah kebakaran dan pembakaran hutan, memelihara hutan-hutan lindung," ujarnya.

12. Reformasi kesehatan dengan mengubah paradigma masyarakat
"Paradigma meningkatkan kesehatan masyarakat atau sehat itu indah, sehat itu gratis, dalam arti bagi yang tidak mampu, saudara kita yang miskin, sangat miskin, kita dorong untuk sehat dan kemudian tidak harus berobat. Itu adalah reformasi kesehatan yang rencana pastinya harus jadi pada 100 hari pertama ini," ujarnya.

13. Reformasi pendidikan
"Pada 100 hari ini adalah menyambungkan atau mencegah mismatch antara yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan dengan keperluan pasar tenaga kerja. Banyak yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, oleh sekolah-sekolah kejuruan, oleh balai-balai latihan kerja, tidak selalu klop dengan yang diminta pasar tenaga kerja," ujar SBY.

14. Kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam
"Upaya untuk meningkatkan kesiagaan kita menghadapi bencana adalah dengan telah dibentuknya Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Melanjutkan usaha itu, maka akan kita bentuk Standby Force. Setiap saat siap dikerahkan kemanapun di Indonesia ini," ujar SBY.

15. Koordinasi erat pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan di segala bidang
"Semua yang kita lakukan lima tahun mendatang apakah itu pembangunan ekonomi, kesejahetraaan rakyat, hukum dan keamanan, butuh sinergi. Perlu koordinasi yang erat. Oleh karena itu, nanti awal bulan Desember akan ada pertemuan para gubernur seluruh Indonesia untuk mensinkronisasikan upaya pembangunan," ujarnya.

Program 100 Hari ini, menurut SBY harus dicapai karena ini tahap pertama untuk mensukseskan tahun pertama. "Tahun pertama tidak ringan, critical, agar lima tahun ke depan lebih baik lagi pembangunan kita. Setelah ini akan lebih banyak bekerja karena sudah kita siapkan semua, rencana dan persiapan yang baik ini. Kalau kita tidak punya rencana dan arah, apa yang akan kita laksanakan akan gagal," ujar SBY. Selamat bekerja, Pak Presiden.
sumber ; Vivanews

Read More

(Pict) Mara Carfagna (Menteri Wanita Italia) Pernah Jadi Model Bugil

Maria Rosaria (Mara) Carfagna (lahir 18 Desember 1975 di Salerno) adalah seorang politikus Italia dan mantan gadis panggung. Setelah mendapat gelar sarjana hukum, Carfagna bekerja selama beberapa tahun pada acara televisi Italia dan sebagai model. Dia kemudian masuk politik dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan untuk partai Forza Italia pada tahun 2006. On May 8, 2008, Perdana Menteri Silvio Berlusconi menunjuknya Menteri Equal Opportunity, yang bergerak yang mendapat perhatian internasional karena latar belakang dan penampilannya. Carfagna telah disebut "menteri yang paling indah di dunia", dan menempati peringkat nomor satu di Maxim's "World's Hottest Politikus".Karir sebagai gadis panggung dan model.

Setelah mempelajari tari dan piano, ia ikut serta dalam kontes Miss Italia pada tahun 1997, finishing di tempat keenam. Tentang pengalaman dia kemudian mengatakan: "Itu kompetisi membuat Anda sebagai seorang wanita, dewasa Anda ... Semua yang stres , bahwa keinginan untuk menang, itu membuat Anda mengerti siapa Anda. "
Kemudian dia mulai bekerja di televisi, bagi perusahaan Mediaset, yang dimiliki oleh Silvio Berlusconi. Dari tahun 2000 sampai 2006 ia ikut serta sebagai seorang gadis panggung dalam program televisi La domenica del Villaggio ( "Minggu di Desa") dengan Davide Mengacci. Pada tahun 2006 ia memimpin program Piazza grande ( "Main Square") bersama-sama dengan Giancarlo Magalli. Carfagna juga menjadi bagian dari program televisi saya cervelloni, Vota la voce dan Domenica In.

Segan untuk berbicara tentang masa lalu model-nya, dia tetap menyarankan bahwa dia memiliki beberapa keberatan mengenai pekerjaan. Pada satu kesempatan ia berkata: "Aku sedikit pemalu dan aku menemukan menanggalkan pakaian di depan kamera bukan pengalaman yang menyenangkan." Ia menyatakan bahwa ia adalah perusahaan yang percaya pada nilai-nilai keluarga, dan menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia pernah menolak untuk ambil bagian dalam sebuah film yang disutradarai oleh pembuat film erotis Tinto Brass.










Read More

Lingkaran Survei Indonesia: SBY-Boediono Menang

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA sudah bisa memastikan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 berlangsung satu putaran. Pemenangnya adalah pasangan SBY-Boediono.

Kepastian ini disampaikan salah seorang peneliti LSI saat mengomentari hasil quick count yang dilakukan lembaganya di TVOne, Rabu (8/7/2009).

Kepastian ini diketahui setelah suara yang masuk mencapai di atas 66,65%.

Dari hasil quick count itu, SBY-Boediono mendapat suara di atas 58%, Mega-Prabowo di atas 27%, dan JK-Wiranto sekitar 14%.

Penyebaran suara di masing-masing provinsi juga diperlihatkan. Dan SBY-Boediono meraih suara di atas 50% di banyak provinsi. Hingga saat ini, suara yang dikumpulkan dalamquick count LSI sudah mencapai 76,5%.
Read More

Gara-gara DPT, Pilpres Ditunda ?

Polemik DPT yang belum ada titik terang sampai saat ini baik dari pihak KPU maupun pihak pihak lain yang mempermasalahkannya mengingat sangat berartinya suara satu orang apalagi sampai puluhan juta suara, melahirkan suatu wacana dari berbagai kalangan untuk menunda pemilu pilpres.

Pertemuan mutakhir para politisi membahas polemik DPT inipun berlangsung di kantor PP Muhammadiyah dimana pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto bertemu difasilitasi oleh Dien Syamsudin sebagai tuan rumah pertemuan.

Sebelumnya, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, DPT masih mungkin diperbaiki hingga menjelang pemungutan suara berlangsung yakni pada 8 Juli 2009, dan pihaknya terbuka terhadap masukan yang disampaikan tim kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo.

Namun ujarnya, data DPT yang dilaporkan tim kampanye dari pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo tersebut berbeda dengan DPT resmi KPU. “Untuk itu, KPU menyimpulkan data tersebut tidak benar,” kata Hafiz.

Kubu pasangan capres cawapres JK-Wiranto mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda hari pelaksanaan pilpres 1-2 hari dari hari yang dijadwalkan semula 8 Juli 2009. Hal ini perlu dilakukan jika hingga Senin (6/7) besok, KPU belum juga memperbaiki kesemrawutan yang terdapat di DPT pilpres.”Kalau sampai besok ini (DPT) masih tidak beres, kita minta pilpres ditunda 1-2 hari,” kata Juru Bicara Timses JK-Wiranto, Indra J Piliang.

KPU juga melihat DPT yang diajukan JK-Win, ilegal karena tidak sesuai dengan DPT manapun. Sementara untuk tuntutan pasangan capres-cawapres, Megawati-Prabowo, KPU akan melayangkan jawaban Senin (6/7) nanti.

Ketua KPU, Abdul Hafiz Ansyari, berpesan kepada seluruh tim kampanye, jangan lupa mencantumkan nama dan alamat DPT yang dimaksud untuk mempermudah proses validasi. “Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda Pilpres 8 Juli nanti,” tukasnya.

Kita sama-sama kecewa akan adanya kisruh DPT yang tidak kunjung selesai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” Ungkap Dien Syamsudin

Desakan untuk Pemilu Pemilihan Presiden diundur banyak diungkapkan oleh ormas dan berbagai pihak diantaranya aktifis 98 juga dari pasangan Mega Prabowo maupun JK Wiranto bila KPU dinilai belum bisa menuntaskan masalah secara cepat sebelum pelaksanaan nya tanggal 8 nanti.

“Tanggal 8, 9, 10, 11, 12 sama saja lima tahun toh? Kalau pakai saja dua minggu saya kira sudah cukup. Tapi itu harus diselesaikan oleh KPU, Presiden, DPR, MK, MA,” ujar Direktur Masyarakat Lingkar Madani, Ray Rangkuti

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto serta Megawati-Prabowo mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam waktu 1×24 jam.

Jika tidak, mereka meminta KPU memundurkan pelaksanaan pemilihan presiden 2009 . Waktu 1×24 jam ini terhitung sejak pukul 22.30 Minggu (5/7).

“Nah, karena itulah maka kami minta malam ini untuk ketemu KPU besok untuk membicarakan hal ini. Sekali lagi, ini bukan untuk kepentingan kami berdua, tapi untuk hak-hak rakyat yang kita bela,” kata Jusuf Kalla usai pertemuan dengan Megawati.

Kita berharap agar hal ini benar benar bisa segera teratasi sehingga tanggal 8 nanti semua pihak sudah terakomodir sebagai pemilih yang bisa memberikan haknya untuk masa depan bangsa ini.
Read More

Mega-Prabowo Tawarkan Harga BBM Flat Rp 3.500/liter

Direktur Mega Prabowo center, Mochtar Mohamad, menyatakan akan menawarkan konsep kepada Megawati Soekarnoputri dan pasangannya Prabowo Subianto harga BBM sebesar Rp 3.500 per liter flat selama lima tahun ke depan bila mereka terpilih dalam Pilpres 8 Juli 2009.

"Persoalan pelik yang dihadapi banyak masyarakat ekonomi menengah bawah adalah tidak stabilnya harga BBM hingga harga berbagai komoditas terus bergerak naik. Bila ada komitmen untuk tidak menaikkan BBM rakyat akan lebih memilih pemimpin seperti itu," ujarnya di Bekasi, Jumat.

Mochtar yang juga wali kota Bekasi itu menyatakan, telah berkunjung ke daerah dan menemukan kenyataan bahwa persoalan mendasar yang dihadapi rakyat kecil seperti nelayan adalah mahalnya harga BBM yang berlaku hingga mereka sulit mendapat keuntungan ketika melaut.

Di Gorontalo misalnya, nelayan kini terpaksa mencampur solar dengan minyak tanah untuk mengirit biaya melaut, padahal akibatnya akan fatal bagi mesin, namun cara itu harus dilakukan agar bisa mendapatkan sedikit keuntungan.

Ia mengatakan, harga BBM yang berlaku sekarang masih tinggi dan dari hitung-hitungannya pemerintah masih sanggup menjual BBM seharga Rp 3.500 per liter dalam rentang lima tahun ke depan.

"Daripada uang negara digunakan untuk menutupi utang BLBI dan penyelesaian lumpur Lapindo, maka akan lebih baik dana itu untuk menambah subsidi BBM selama lima tahun," ujarnya.

Ketika menyinggung harga minyak yang terlalu rendah bisa menyebabkan terjadinya penyelundupan minyak, ia menampik dan menyatakan harga minyak seperti premium di Indonesia sudah hampir sama dengan Singapura.

Ia menyatakan potensi minyak di Indonesia yang cukup besar bila dikelola dengan benar, maka negara bisa kembali mengekspor minyak dan subsidi minyak juga bisa ditekan.

"Minyak mempengaruhi seluruh sektor. Sedikit saja harga minyak naik, dampaknya bisa dirasakan dengan kenaikan berbagai barang dan jasa, hingga pemimpin perlu mencari solusi dengan meningkatkan penerimaan negara diluar sektor non-migas," ujarnya.

Di sisi lain, Mochtar juga menyatakan, perlunya penghapusan outsourcing dalam perekrutan tenaga kerja yang merugikan pekerja akibat pemotongan upah mereka oleh pihak ketiga.

Konsep penghapusan outsourcing tersebut telah mulai dikampanyekan Megawati/Prabowo dan mendapat respons positif dari pekerja yang jumlahnya dalam struktur statistik ketenagakerjaan paling dominan.
Read More

Kontroversi Cincin Kenang-kenangan DPR


Masa bakti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2004-2009 akan segera berakhir. Sebagai tanda jasa, sekretariat DPR menganggarkan dana miliaran rupiah untuk pembelian cincin emas dan lencana bagi para anggota dewan. Anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp 5 miliar itu sudah diatur oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.

"Saya kira pemberian itu wajar saja, yang penting bukan harganya tapi bentuk apresiasi dan kenang-kenangannya," kata Alvin Lie, anggota fraksi PAN DPR. Anggota fraksi Demokrat Ervert Mangindaan juga mendukung pernyataan Alvin Lie. Menurutnya, pemberian itu hanya cinderamata atau souvenir. "Kami sudah mendapat kabar akan mendapat cinderamata, tapi belum tahu bentuknya," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh menegaskan, bahwa dana untuk pembelian cincin emas itu memang sudah dialokasikan. "Untuk beli cincin angkanya tidak sebesar itu, hanya Rp 1,9 miliar," katanya. Menurut Nining, pemberian itu sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada anggota dewan yang akan habis masa jabatannya pada 30 September mendatang.
Read More

Pagi ini, Sabtu (30 Mei 2009) KPU mengadakan pengundian nomor urut pasangan capres - cawapres peserta pemilihan presiden 2009. Seperti yang kita telah sama ketahui, ada tiga pasangan capres - cawapres yang sudah mendaftar dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pilpres. Mereka adalah pasangan JK - Win, SBY Berbudi yang kemudian berganti menjadi SBY Boediono dan Mega Prabowo.

Kang Kombor ingin menyaksikan siaran langsung pengundian nomor urut pasangan capres - cawapres pilpres 2009 tersebut. Kang Kombor menyalakan televisi dan membuka saluran MetroTV. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berhasil Kang Kombor saksikan. Nah, ketika Ustad Yusuf Mansur membacakan doa, listrik padam.

Alhamdulillah, sebelum acara berakhir, listrik sudah kembali menyala. Dari newsticker MetroTV Kang Kombor dapat mengetahui omor urut pasangan capres - cawapres pilpres 2009. Berikut nomor urutnya:

1. Mega Prabowo
2. SBY Boediono
3. JK Win

Mari kita songsong pilpres 2009 dengan damai. Siapa pun pilihan kita janganlah membuat kita bertengkar dan berpecah belah. Biarlah saling serang yang dilakukan anggota tim sukses pasangan capres - cawapres pilpres 2009 tidak usah kita tiru. Siapa pun yang nanti terpilih semoga dapat membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bukan kemakmudan dan kesejahteraan sekelompok orang saja.
Read More

Alasan Boediono Mau Jadi Cawapres

Penilaian terhadap Boediono sebagai muslim yang lurus dengan pribadi yang jujur, sederhana, dan konsisten diungkapkan secara gamblang oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai alasannya memilih Gubernur BI itu untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Di sisi lain, secara profesional mantan Menko Perekonomian ini pun dikenal sebagai akademisi yang berpikir utuh, loyal, cermat dan jauh dari keinginan mencari muka. Itulah sederet alasan SBY yang diungkapkannya saat pendeklarasian pasangan SBY Boediono di Sabuga, Bandung, Jumat lalu.

Lantas bagaimana cerita Boediono sendiri? Apa yang terpikirkan olehnya saat pertama kali mendapat tawaran tersebut? Mengapa ia bersedia? Siang ini (Selasa, 19/5), Boediono bersama rombongan berkunjungan ke kantor harian Kompas di kawasan Palmerah, Jakarta. Dalam dialog dengan sang cawapres, antara lain terungkap sekelumit cerita seputar pencalonannya.

Di sini, Boediono mengaku bahwa pendekatan yang dilakukan SBY terhadap dirinya sudah dilakukan tiga atau empat minggu sebelum pendeklarasian. Dan dilanjutkan dengan sejumlah pertemuan sebelum akhirnya Boediono menyanggupi tawaran tersebut.

"Gini ya, kalau saudara-saudara pada suatu saat mungkin dipanggil oleh Presiden, the President of your country, untuk ngomong-ngomong mengenai masalah bangsa, kemudian memberikan ruang bahwa look ini ada ruang, di mana saudara bisa ambil peran ke depan. Kemudian ditawari would you mendampingi saya? Jawabannya gimana sih? Nggak banyak yang bisa kita lakukan kecuali, ya pak, segera," kata Boediono.

Namun toh tidak semudah itu. Boediono mengaku sempat meminta waktu cukup lama sebelum memberikan jawabannya. "Saya meminta waktu yang cukup banyak untuk merenung, sebenarnya. Apa iya saya cocok dan sebagainya. Ini saya pikir juga dengan keluarga dan sebagainya. BI bagaimana? itu masuk dalam pikiran saya sebelum saya memutuskan. Jadi bukan serta merta waktu itu. Itu makan waktu tiga mingguan, mungkin lebih, dari awalnya. Suatu proses, bukan mendadak, kemudian diputuskan oleh kedua belah pihak," tuturnya lagi.

Yang lebih menarik, pendekatan SBY ternyata diakui Boediono telah dirasakannya jauh sebelum mereka bertemu. Melalui percakapan per telepon yang sudah dilakukan SBY, Boediono sebenarnya sudah menduga mengenai sesuatu hal yang akan diberikan oleh SBY. "Sebelum itu saya sudah bisa merasakan ada sesuatu dari pak SBY kok. Yang, mungkin saya baru diajak ngomong tentang sesuatu. Signal melalui hubungan telepon pun ada. Getarannya bisa ditangkap gitu ya," katanya sambil tertawa.

Tapi ia kembali menegaskan bahwa tawaran resmi dari SBY baru diterimanya sekitar tiga minggu silam. Dan, jawaban kesediaan Boediono baru disampaikan pada sebuah acara di Cikeas hari Minggu sebelum pendeklarasian. "Saya kan tidak bisa mengatakan iya. Karena saya bukan politikus. Kalau politikus seketika bilang iya pasti. Kalau saya mikir dulu. Dengan keluarga dengan macem-macem. Tapi akhirnya baru mungkin syukuran di Cikeas, Minggu malam, malamnya kami ketemu lagi. Jadi belum lama juga ya? Tapi prosesnya panjang. Saya bertekad untuk tidak jadi ban serep. Titik," tegasnya.

Boediono menerima tawaran tersebut karena ia meyakini ada kesempatan baginya untuk memberikan kontribusi lebih besar sesuai kapabilitasnya. "Satu hal yang saya tidak ingin adalah saya jadi ban serep. Itu. Dari awal saya sudah tekad begitu. Dan saya melihat pengalaman saya beberapa waktu dengan Pak SBY ini, beliau itu orangnya terbuka. Mendengarkan, dan kalau itu idenya bagus, akhirnya diterima. Kapasitas untuk mendengarkan itu ada. Ini saya timbang-timbang juga sebagai bahan untuk mengambil, ok yes," ujarnya.

Dengan jujur ia pun mengaku bahwa jaminan finansialnya akan membaik jika pencalonan ini berjalan dengan mulus. Namun ia menegaskan bukan hal itu yang menjadi perhatiannya. "Kalau dipikir saya ya lebih enak dipilih. Dari berbagai segi, termasuk finansial, saya yakin lebih baik. Tapi bukan itu. Saya tidak mencari itu. Saya kira, kalau sudah mendekati lap atau putaran hidup yang terakhir, ya akhirnya you want something to leave di dunia. Itu saja, there's nothing more than that," katanya lagi.

"Intinya, sebelumnya saya tidak menandatangani apa-apa dengan Presiden. Dengan pengertian itu. Pengertian bahwa saya tidak jadi ban serep. Dan saya percaya itu bisa, tidak harus pakai kontrak-kontrak politik hitam putih. Kalau saya bisa merasakan style beliau, nampaknya ada ruang bagi saya untuk melakukan kontribusi yang lebih baik," demikian Boediono.



Read More

Prabowo Berpotensi Kalahkan SBY


Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto diprediksi muncul menjadi lawan yang paling tangguh bagi capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pilpres 2009. Pengamat politik Bima Arya Sugiarto bahkan menilai Prabowo punya potensi mengalahkan SBY.
Prabowo sedang mendapat momentumnya. Mood publik lagi bagus untuk mencari lawan karakter SBY," kata Bima dalam diskusi di Jakarta, Kamis (30/4).

Namun, lanjut dia, calon wapres yang akan dipasangkan dengan Prabowo juga harus tepat, sehingga peluang untuk menang juga lebih besar. Menurut Bima, salah satu tokoh yang tepat sebagai pasangan Prabowo adalah Rizal Ramli yang memiliki arah ekonomi yang berlawanan dengan SBY.

Rizal mengusung ekonomi kerakyatan, sementara SBY menjalankan ekonomi neoliberal. "Pasangan Prabowo-Rizal Ramli itu deferensiasi dan antitesa yang bagus untuk menghadapi SBY," katanya.

Yang menjadi permasalahan, lanjutnya, siapa saja partai yang akan mendukung mantan Danjen Kopassus itu. Prabowo sendiri masih memiliki peluang untuk menjadi capres dari PDIP dan koalisi besar dengan PAN, PPP, Hanura. “Atau paling tidak menjadi cawapres dari PDIP,” ujar Bima.

Terkait spekulasi Prabowo berpasangan dengan puteri Megawati, Puan Maharani, menurut Bima, pasangan itu tidak akan cukup tangguh untuk menghadapi SBY
.
Read More

Koalisi Demokrat-Golkar Terhenti, Siapa Pendamping SBY?

Susilo Bambang Yudoyono sudah menentukan kriteria wakil presiden untuk mendampingi dia dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan datang. Prediksi-prediksi sudah banyak ditentukan oleh beberapa pengamat, misalnya Partai Golkar kemungkinan calon-calon mereka adalah Yusuf Kalla, Aburizal Bakri, Sultan Hamengkubuwono IX, dan Akbar Tanjung. Tetapi Partai Golkar belum menentukan siapa yang akan maju nantinya karena masih akan ditentukan oleh Rapat Pimpinan Nasional dan mereka juga belum menentukan mau jadi capres atau cawapres. Calon presiden yang digembar-gemborkan adalah Jusuf Kalla. Namun dari Demokrat sendiri Koalisi dengan partai Golkar harus menyertakan beberapa nama dari beberapa calon yang akan menjadi pendamping SBY. Kita tunggu sajalah apa hasil keputusan mereka.

Rapat DPP Partai Golkar merekomendasikan pada Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) untuk membuka komunikasi politik dengan parpol lain terkait koalisi Pilpres 2009. Sebab negosiasi Golkar dan PD menemui jalan buntu.

“Setelah melakukan komunikasi yang intensif dengan Partai Demokrat, ternyata kita tidak menemukan titik temu. Partai Golkar dan Partai Demokrat tidak mencapai mufakat,” ujar Sekjen Partai Golkar Soemarsono usai rapat di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakbar, Rabu (22/4/2009)
Pernyataan di atas merupakan poin pertama hasil rapat. Poin kedua adalah “DPP Golkar memberikan mandat pada ketua umum Partai Golkar untuk membuka komunikasi politik dengan parpol lain,” kata Soemarsono.

Sebagai informasi, pada Selasa siang kemarin, 3 utusan dari Golkar dan 3 utusan dari PD melakukan pertemuan di Hotel Four Seasons. Pertemuan hingga malam hari ini deadlock.

Pada malam harinya, delegasi Golkar melaporkan ke rumah JK. Setelah itu delegasi melanjutkan pertemuan sebuah hotel di Jl Sudirman. Soemarsono menyebutkan bahwa negosiasi koalisi ini telah berlangsung selama seminggu.
Jadi, siapa yang akan mendampingi SBY masi teka teki. Kriteria-kriteria untuk pendamping SBY adalah sebagai berikut:
1. Memiliki integritas yang baik, kepribadian, kekuatan moral yang tinggi dan termasuk mempunyai moral politik.
2. Mempunyai kapabilitas.
3. Loyalitas kepada pemerintah,
4. Harus bebas dari konflik intern dan bebas juga konflik intern kepada yang lain-lainnya berlaku pada semuanya baik pada menteri dan jajaran gubernur.
5. Mempunyai aksebilitas artinya bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dan lekat terhadap masyarakat dan mempunyai kecocokan satu sama yang lain.
6. Bisa mengokohkan kualisi yang ada.

Read More

Prediksi Depkes 7 Ribuan Caleg Berpotensi Gila

Gagal meraih sesuatu dapat memicu depresi pada diri seseorang. Pun ketika seorang calon anggota legislatif gagal meraih kursi dewan.

Data Departemen Kesehatan menyebut, sebanyak 7.376 calon anggota legislatif berpotensi terkena gangguan jiwa berat alias gila. Sebanyak 49 caleg DPR RI, 496 caleg provinsi, 4 caleg DPD, dan 6.827 caleg kabupaten atau kota.

Sedangkan sebanyak 182.867 caleg berpotensi mengalami gangguan jiwa ringan. Sebanyak 1.246 caleg DPR, 12.312 caleg provinsi, 111 caleg DPD, dan 169.198 caleg kabupaten atau kota.

Angka itu dihitung berdasar dua variabel rata-rata yang muncul dari hasil riset Departemen Kesehatan tahun 2007. Jumlah caleg yang tersingkir dikalikan variabel rata-ratanya, yaitu gangguan jiwa ringan sebesar 11,4 persen dan gangguan jiwa berat 0,46 persen.


"Kalau jumlah riilnya yang gila kami belum terima laporannya," kata Dirjen Dinas Pelayanan Medis Departemen Kesehatan, Aminullah, Jumat 17 April 2009.

Di sejumlah daerah, caleg yang mengalami gangguan jiwa akibat kalah dalam pemilu mulai bermunculan. Bahkan banyak di antaranya yang nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Read More

Golput Pemenang Pemilu 2009

Pemilu 2009 telah dilaksanakan pada 9 April 2009 yang lalu telah selesai dilaksanakan. Walaupun penghitungan hasil pemilu belum selesai dan baru akan diumumkan secara resmi oleh KPU kepada publik pada 9 Mei 2009 yang akan dating.
Pemilu 2009 yang menghabiskan lebih Rp 14 triliun sudah mendekati final setelah pemungutan suara telah dilaksanakan pada 9 April 2009. Dari hasil lembaga survei dan interaktif di radio Elshinta, Pemilu 2009 dinilai lebih buruk dibanding Pemilu 2004 maupun 1999. Dari masalah teknis dan pemutakhiran data pemilih yang jauh dari semestinya hingga rendahnya partisipasi rakyat dalam memilih para wakil rakyat untuk menentukan kebijakan Trias Politica. Besarnya angka golput, akan menurunkan keabsahan sistem pemerintah kedepan. Sehingga jalannya roda pemerintahan akan tidak “afdhal” alias cacat amanat rakyat.
Hasil Perolehan Suara Quick Count LSI
Berikut hasil perolehan suara partai secara absolut 9 partai di atas.
1. Partai Golput : 30% suara (belum termasuk masalah DPT)
2. P Demokrat : 14.3%
3. PDI P : 10.3 %
4. Golkar : 9.8 %
5. PKS : 5.3%
6. PAN : 4.1%
7. PPP : 3.7 %
8. PKB : 3.6 %
9. Gerindra : 3.0%
10. Hanura : 2.5 %
Berikut daftar “perolehan suara Golput” sejak 1971 (Era Orde Baru)
Pemilu 2009
1.1971: 6.64 %
2.1977: 8.40 %
3.1982: 8.53 %
4.1987: 8.39%
5. 1992 : 9.09 %
6. 1997 : 9.42 %
7. 1999 : 10.21 %
8. 2004 : 23.34 %
9. 2009 : +/- 30%
Data : 1971-2004 dari Pusat Studi dan Kawasan UGM ; 2009 daridata sementara dari hasil lembaga survei.
Dari data daftar suara golput, maka sejak era reformasi, jumlah masyarakat yang abstain atau golput meningkat pesat yakni 10.21% pada tahun 1999 menjadi lebih kurang 30% di tahun 2009.Angka golput 30% jauh melebihi angka partai Demokrat yang menduduki posisi pertama dalam survei yakni 20% suara dari (100%-30% golput). Tampaknya “Partai Golput” menang mutlak. Perlu dicatat, bahwa angka golput bukanlah semata-mata karena apatisme masyarakat, namun pada tahun 2009 ini angka golput tidak hanya saja masyarakat yang apatis, namun KPU dan Pemerintah secara tidak langsung membungkam hak suara rakyat untuk memilih.
Setidaknya ada 3 faktor utama meningkatnya Golput 2009 yakni :
Teknis : Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Salah satu tugas utama KPU dan Pemerintah adalah menyukseskan Pemilu 2009 seperti dalam amanat UUD 1945 serta UU 10 tahun 2008. Namun, ironisnya meski kita telah merdeka lebih 6 dekade dan telah menjalani reformasi lebih 10 tahun, masalah mekanisme pemungutan suara rakyat masih dipersulit oleh birokrasi. Banyak mahasiswa, buruh migran, dan warga pindahan yang seharusnya mendapat hak untuk memilih justru tidak difasilitasi dengan baik oleh KPU. Setidaknya lebih kurang 1 juta mahasiswa di perguruan tinggi, jutaan buruh migran beserta keluarganya di kota-kota, serta warga yang baru pindahan tidak dapat memilih karena dipersulit dalam mengurus DPT, seperti kartu A5. Hal ini pun dialami oleh saya dan kesembilan teman kos saya. Begitu juga ada sekitar 5000-an mahasiswa Unpad, 7-10 ribu-an mahasiswa ITB, ribuan mahasiswa Maranatha, Parahyangan, Unpas, Unisba, Unjani, Itenas dan sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di kota Bandung yang berasal dari luar kota Bandung.
Kebanyakan mahasiswa tidaklah apatis, mereka ingin memilih. Namun, saat ini umumnya mahasiswa sedang menjalani masa Ujian Tengah Semester (UTS), dan cukup memberatkan bagi mahasiswa untuk pulang ke kampung halaman untuk memilih atau mengurus kartu A5.
1. Sikap Apatis
Tidak sedikit masyarakat yang apatis terhadap golput Pemilu di negeri ini. Umumnya, masyarakat yang apatis adalah golongan masyarakat miskin atau perantaun. Hal ini dikarenakan siapapun partai yang menang, kehidupan mereka tidak berubah dan bahkan kehidupan mereka bertambah miskin atua dimiskinkan. Sehingga, golongan masyarakat ini lebih memilih bekerja daripada libur untuk contreng. Dan angka masyarakat apatis semakin tinggi, dikarenakan banyaknya politisi partai yang mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan masyarakat. Ketika menjelang Pemilu, para petinggi partai gencar menghabiskan puluhan bahkan ratusan miliar untuk iklan janji dan janji. Namun ketika berkuasa, mereka asyiik menggeruk kebijakan yang menghasilkan keuntungan partai.
2. Konsep Ideologis
Angka masyarakat yang golput dari ideologis tidak meningkat sepesat masyarakat apatis ataupun terkendala masalah teknis. Umumnya masyarakat golongan ideologis golput berasal dari kalangan cendekiawan level atas yang alasan sistem politik yang buruk hingga landasan religius. Kebobrokan dan skandal yang sering disiarkan media TV semakin menguatkan keyakinan ideologis masyarakat ini yang mengatakan “memilih partai berarti memilih keburukan, karena tidak ada partai yang baik dan benar”.
3. Konsep Ideologis
Angka masyarakat yang golput dari ideologis tidak meningkat sepesat masyarakat apatis ataupun terkendala masalah teknis. Umumnya masyarakat golongan ideologis golput berasal dari kalangan cendekiawan level atas yang alasan sistem politik yang buruk hingga landasan religius. Kebobrokan dan skandal yang sering disiarkan media TV semakin menguatkan keyakinan ideologis masyarakat ini yang mengatakan “memilih partai berarti memilih keburukan, karena tidak ada partai yang baik dan benar”.



Read More