
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluhkan sejumlah aksi demonstrasi di tanah air yang dinilainya berlebihan.
Perbuatan dan kata-kata para aktivis yang menyamakan dirinya dengan kerbau, dianggapnya berlebihan dan sudah tidak sejalan dengan budaya, nilai dan pranata sosial. "Ada (demonstran) yang bawa kerbau. SBY badannya besar, malas, dan bodoh seperti kerbau, dibawa itu.
Sejak kemunculan kerbau SiBuYa itulah menuai banyak tanggapan terutama dari RI-1, yang menyatakan keberatan dengan cara-cara demonstrasi yang dianggap sudah keluar dari rel "demokrasi". Herannya, kerbau yang tidak bersalah dijadikan ajang hujat menghujat. Coba dipahami kembali, apa salah kerbau dari Pondok Gede ini? Kasihan benar nasib kerbau ini. Tidak ikut menikmati uang sewa Rp 1,5 juta tapi ikutan kecipratan hujatan dan makian.
Penggunaan istilah kerbau untuk RI-1 itulah yang bikin Pak SBY meradang sejadi-jadinya. Jadilah Pak SBY "curhat" untuk lebih beradab dalam berdemokrasi. Pak SBY menolak untuk dipersamakan dengan kerbau yang dianggap dianggap berbadan besar, pemalas, bodoh dan suka tidur. Duh, sampai segitunya menganggap kerbau sejelek itu.



1 comments:
woww...Mampir ke blog aku juga yaa...Ada yang seru disini ^_^
Post a Comment